Logo

Junta Akan Eksekusi Mati Aung San Suu Kyi

Junta Akan Eksekusi Mati Aung San Suu Kyi

Logo

Juru Bicara dari Junta, Zaw Min Tun, memberitahukan pada hari Jumat (3/6), pihaknya sudah memutuskan akan mengeksekusi Aung San Suu Kyi.

Junta sendiri telah menjatuhkan hukuman mati terhadap puluhan aktivis anti-kudeta. Mereka juga menindak keras perbedaan pendapat usai mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu.

Namun Myanmar sendiri belum pernah melakukan hukuman mati di dalam beberapa dekade. Kini, situasi tampaknya telah berubah.
Empat orang yang akan di eksekusi di antaranya akan langsung digantung mati oleh Junta. Tapi Zaw belum merincikan tanggal eksekusi tersebut.

Salah satu orang yang menerima hukuman gantung ini adalah mantan anggota parlemen Myanmar, Suu Kyi.

Dan Aktivis demokrasi lain, Kyaw Min Yu atau yang lebih dikenal sebagai ‘Ko Jimmy’, juga menerima hukuman tersebut.

Kedua orang ini dituduh telah melakukan aksi terorisme kepada negara.

“Yang akan dijatuhi hukuman mati akan digantung sesuai dengan prosedur penjara,” Tegas Kata dari Zaw, Jumat (3/6).

Hukuman ini sendiri akan juga menjerat anggota partai Suu Kyi, Liga Demokrasi Nasional. Phyo Zeya Thaw yang ditangkap pada November 2021,

Sebelum dijatuhi hukuman mati pada bulan Januari 2022. Dia juga menghadapi tuduhan melanggar undang-undang anti-terorisme.

“Mereka akan melanjutkan proses hukum banding dan mengirim surat permintaan untuk perubahan masa hukuman,” Kata Zaw.

“Tetapi pengadilan sudah menolak banding dan permintaan mereka tersebut. Tidak akan ada langkah lain setelah ini” sambungnya.

Suu Kyi sendiri merupakan peraih Nobel Perdamaian pada tahun 1991. Pada bulan April silam,

Junta sendiri sudah memberikan hukuman 5 tahun penjara kepada wanita berumur 76 tahun tersebut.

Dia juga dinyatakan bersalah atas kasus korupsi.

Pejuang demokrasi ini juga menghadapi enam tahun penjara atas tuduhan hasutan terhadap militer,

Pelanggaran aturan COVID-19, dan juga pelanggaran undang-undang telekomunikasi. ARENADEWA

Keputusan Junta

Middle

Junta sendiri menyerang Suu Kyi karena ia melawan kediktatoran militer yang ia pimpin.

Dia juga sempat menjabat selama 5 tahun sebelum digulingkan lewat kudeta pada Februari 2021.

Sejak saat itu Suu Kyi terus ditahan dan di berikan berbagai rentetan dakwaan.

Atas Berbagai tuduhan yang bisa memenjarakannya selama lebih dari 150 tahun.

Pengacara HAM sendiri Francois Zimeray dan juga Jessica Finelle, menentang keras tindakan yang di lakukan itu.

Mereka juga mengatakan situasi tersebut ialah bentuk penculikan yudisial. Keduanya juga telah mengajukan pengaduan atas nama kerabat Suu Kyi.

Mereka meminta bantuan dari Kelompok Kerja untuk Penahanan Sewenang-wenang (WGAD) dari PBB.

“Penangkapannya ilegal, dan penahanannya yang tidak memiliki dasar hukum apa pun, dan didalam persidangannya yang berbeda melanggar aturan dasar yang mengatur prosedur hukum apa pun,” bunyi pengaduan itu.

“Ini adalah penculikan yang disamarkan sebagai persidangan. ARENADEWA

Military

Dia ditahan tanpa komunikasi yang bertentangan dengan semua keadilan dan dia melawan dengan siksaan psikologis yang tidak dapat diterima,” katanya. ARENADEWA

situs judi slot online ||