August 16, 2022
KF

KF-21 Terbang Perdana Pada Bulan Juli

KF

KF-21 Boramae adalah program dari Korea Selatan dan Indonesia untuk mengembangkan pesawat tempur multi-peran generasi lanjut 4.5 untuk Angkatan Udara Republik Korea dan Angkatan Udara Indonesia, yang dipelopori oleh Korea Selatan dengan Indonesia sebagai mitra utama.

Boramae sendiri dilaporkan akan melakukan uji coba terbang perdana pada bulan Juli.

Saat ini sendiri jet tempur Falcon generasi 4.5 tersebut sudah menyelesaikan 50% dari program uji keseluruhan dan 95% dari seluruh persyaratan pengujian di darat, sebelum bisa melakukan penerbangan perdananya yang telah dijadwalkan pada bulan depan.

Pemerintah AS sendiri telah memberitahukan bahwa jet tempur generasi ini akan memiliki kapabilitas lebih canggih,

Termasuk dari radar Active Electronically Scaned Array (AESA),

Serta juga sistem avionik yang telah ditingkatkan, dan juga akan dilengkapi dengan sensor Infrared Search and Track (IRST).

Pesawat tempur ini tidak akan bisa bersaing dengan pesawat tempur siluman generasi ke 5 seperti F-22 dan F-35.

Namun pesawat ini akan bisa bersaing dengan pesawat tempur generasi 4,5 seperti F-15E/EX Strike Eagle AS, Chengdu J-10C China, dan Sukhoi Su-35 Rusia. ARENADEWA

KF21

KF-21 Boramae akan menggunakan mesin ganda General Electric F414-GE-400K.

Mesin yang sama yang telah di gunakan di F/A-18E/F Super Hornet dan bisa menghasilkan kecepatan mach 1,83 (2.260 km/jam).

Untuk masalah daya tempuh terbang KF-21 bisa terbang dengan kecepatan 2.900 km.

Beberapa ahli juga telah menilai KF-21 akan menjadi upaya Korsel untuk mengurangi ketergantungan pada senjata dan alutsista asing sambil mempromosikan diri mereka,

Sebagai produsen dan pengekspor utama persenjataan kelas atas modern. ARENADEWA

Masa Depan Dari KF-21

KF21 sell

KF-21 sendiri merupakan proyek kolaborasi antara Korea selatan dengan Indonesia.

Indonesia berjanji akan membayar 20 persen dari biaya produksi dengan total US$7,6 juta.

Saat dilunch KF-21 akan dibanderol dengan harga $65 juta menempatkannya sendiri di atas pesawat tempur ringan seperti FA-50 versi tempur,

Dari jet latih T-50 yang telah dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries dengan Lockheed Martin.

Meski begitu peswat ini akan masih masih lebih murah dari pesawat tempur canggih seperti Rafale dan Typhoon buatan Western.

Sebelumnya proyek ini sempat terhenti dikarenakan Indonesia masih belum bisa membayar sebagian biaya produksi yang sudah dijanjikannya.

Namun The Korea Herald telah melaporkan Seoul dan Jakarta sudah merampungkan term pembayaran pada bulan November lalu dan saat ini sudah melanjutkan proyek tersebut kembali. ARENADEWA

|| Slot Deposit Dana Terbaru || Situs Judi Slot Online || Situs Judi Slot Online || Slot Pulsa Tanpa Potongan || Daftar Arenadewa || Daftar Tombakbet || Daftar Borutoto || Slot Pulsa || Slot Dana || Slot Ovo || Slot Gopay || Slot Gacor 2022 || Slot Pulsa 2022 || Situs Slot Online Gacor || Situs Slot Tanpa Potongan || Situs Slot Gacor || Slot Deposit Dana || Slot Dana Terbaru || Slot Deposit Pulsa || Slot Terpercaya 2022 ||